Tahukah anda ? saya sedang sakit saat ini. Tapi saya rasa saya akan sembuh. Saya tahu saya akan sembuh. Karna masih banyak obat di luar sana yang bisa menyembuhkan saya.
Beberapa minggu ini harus diakui, sama sekali bukan saat-saat yang gampang dilalui. Setelah selama 5 bulan dekat dengan seorang cowok, tiba-tiba 2 minggu yang lalu, DANG ! i saw him walking hand in hand with other girl. Oh God, i wish i should have known.
Ya, saya patah hati. Saya menaruh separuh hati pada orang yang salah. Tidak sampai disitu saja masalahnya. Patah hati tentunya membawa masalah sampai ke akar-akarnya. Saya mengalami krisis percaya diri. Lebih parah dari krisis tahun 1998 itu. Saya merasa tidak cukup cantik, tidak cukup pintar, tidak cukup berbakat bila dibandingkan dengan berjuta-juta perempuan diluar sana. Masalah seakan akan betah menempel dekat-dekat saya. Seperti beranak pinak.
Sekian lama saya memendam semuanya sendiri. Tanpa sadar, ketika kita memendam semuanya sendirian maka masalah akan terasa semakin banyak dan semakin berat. Dengan memendam semuanya sendiri, saya tidak punya opini-opini lain sehingga lalu muncul prasangka-prasangka yang egois, menyalahkan dan tidak dewasa.
Salah seorang sahabat mengingatkan saya, “dont push yourself too hard. Aku tahu saat ini kamu mengira kamu pasti kuat. Tapi sebenarnya ada ketakutan dalam diri kamu tentang apa jadinya kalau ternyata kamu tidak sekuat itu. Menerima kenyataan yang ada tidak berarti bahwa kita kalah. Tidak berarti bahwa kita lemah.”
Seketika itu mata saya terbuka. Saya merasa seperti dibodohi. Dibodohi oleh perasaan saya sendiri. Saya seharusnya tidak pernah menyalahkan diri saya sendiri karena patah hati itu. Saya juga tidak seharusnya menyalahkan dia. Saya seharusnya tidak menyalahkan siapa-siapa. Karena memang tidak ada yang perlu disalahkan. The truth hurts, as people have said.
Di lain sisi saya merasa lega. Ya, saya lega mengetahui kenyataan pahit itu sebelum saya sempat benar-benar terseret ke dalam masalah. So all i need to do is move on. Mungkin dalam prosesnya akan terasa sulit. Setiap patah hati dengan seseorang, kita pasti jadi teringat semua hal yang pernah dilakukan bersama. So did i. I remembered all those time with him, i cried for days, i entertained my self with hundreds of DVDs, i went out with some friends, etc. Whatever happen, the bottomline is, I JUST HAVE TO MOVE ON.
Seperti yang telah saya tulis sebelumnya. Saya sakit, tapi saya tahu saya akan sembuh. I’ll picking the pieces and starting over, freeing myself up for something better in the future.
Love,
Sita
Berbagi